By Type of Services
By Group of Customers
Promotion
Area Coverage
Customer Service Point
Sales Point
Forum
Setting
FAQ
Chat Support
ISP News
Daily News

 
 

ISP News |  Daily News


Rupiah Masih Lemas

2009-06-17 10:17:34

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (17/6) pagi merosot menjauhi angka Rp 10.200 per dollar AS, karena pelaku pasar berlanjut melepas rupiah, akibat anjloknya saham dunia yang diikuti pasar regional.

Nilai tukar rupiah turun 55 poin menjadi Rp 10.230-Rp 10.245 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 10.175-Rp 10.195.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu mengatakan, koreksi terhadap rupiah berlanjut sehingga rupiah terus meliwati angka batas psikologis Rp 10.200 per dollar. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali terpuruk karena sentimen negatif pasar makin menekan," katanya.

Menurut dia, rupiah memang saat ini agak tertekan oleh isu negatif global, namun rupiah diperkirakan agak sulit untuk bisa mencapai Rp 10.500 per dollar, seperti perkiraan sebelumnya.

Ia mengatakan, rupiah saat ini memang tertekan oleh pasar, namun peluang untuk kembali membaik masih besar hanya menunggu waktu saja. "Kami optimistis peluang rupiah masih ada apabila pelaksanaan pilpres berjalan dengan baik, maka akan memberikan kepercayaan kepada investor asing untuk masuk ke pasar domestik," ucapnya.

Sementara itu, pengamat pasar uang, Farial Anwar mengatakan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam sepekan terakhir telah mengakibatkan kalangan dunia usaha dan masyarakat menjadi bingung sehingga menimbulkan dampak negatif.

"Kondisi itu telah membuat masyarakat dan dunia usaha menjadi bingung karena rupiah bergerak sangat fluktuatif sehingga dinilai kurang menguntungkan," katanya.

Fenomena itu diperkirakan akan terus berlangsung dan tidak akan pernah berhenti karena Indonesia telah menganut sistem nilai tukar mengambang bebas, tambahnya.

Karena itu, pemerintah harus mengubah sistem nilai tukar mengambang yang diperkenalkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) menjadi sistem nilai tukar terkendali. "Dengan sistem nilai tukar yang mengambang bebas kita akan terus menghadapi masalah seperti ini. Jadi jangan berharap banyak kalau kita tidak mengubahnya," katanya.


EDJ
Sumber : Ant, Kompas.com

Berita Lainnya :
  • Cici-Suhaebi Sudah Pisah Rumah Satu Setengah Bulan
  • Mengintip Desain Kamar Baru Titiek Puspa
  •  
     
    Privacy Policy | Term of Use | Sitemap